Cara Pekerja Terminal Peti Kemas Koja Hadapi Persaingan


Aktivitas truk petikemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/10). Throughput Terminal Peti Kemas diprediksi akan mencapai 1 juta TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit’s) di penghujung 2017. (Liputan6.com/TPK Koja)

Liputan6.com, Jakarta Serikat Pekerja TPK Koja melakukan langkah taktis dalam menghadapi ketatnya persaingan antar terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Alih-alih berupaya menggembosi dan melawan kebijakan perusahaan, dua serikat karyawan di TPK Koja sepakat untuk melebur diri menjadi satu serikat.

Langkah ini diambil Serikat Pekerja TPK Koja untuk menjamin kinerja perusahaan semakin solid, sehingga kesejahteraan karyawan diharapkan semakin membaik.

“Fokus kami saat ini adalah mendukung upaya manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kami tidak ingin mengorbankan nasib ratusan karyawan Koja yang sudah tergantung pada perusahaan ini,” ujar Ketua SP TPK Koja Joko Supriyanto dalam keterangannya, (21/3/2018).

Langkah bersatunya Serikat Pekerja Bersatu (SPB) TPK Koja dengan Serikat Pekerja (SP) TPK Koja berlangsung kemarin. Penyatuan ini disaksikan Kepala Sudinaker Jakarta Utara, Dwi Untoro dan Manajemen TPK Koja yang diwakili Deputy GM Nurjadin Surur.

Bersatunya Serikat Pekerja TPK Koja tersebut juga mendapat respon positif dari Kasudinakertrans Jakarta Utara Dwi Untoro.

Menurutnya, langkah para pekerja di TPK Koja tersebut sangat positif untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan antar terminal yang semakin ketat di Tanjung Priok.

“Jika memang ada perselisihan dengan manajemen, pekerja bisa datang ke sudinaker untuk mencari solusi bersama. Bersatunya pekerja akan memperkuat perusahaan dan layanan di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Dwi Untoro.

Beroperasinya New Priok Container Terminal One (NPCT1) membuat persaingan antar terminal petikemas semakin ketat. Apalagi NPCT1 yang dimotori oleh operator pelabuhan asing kelas dunia seperti Mitsui & Co Ltd. (Mitsui) dan Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line) dari Jepang serta PSA International Pte Ltd (PSA) dari Singapura. Ketiga perusahaan tersebut bersama Pelindo II adalah pemilik NPCT1.

Selain NPCT1, di Tanjung Priok juga telah beroperasi PT Jakarta International Container Terminal (JICT), PT Mustika Alam Lestari (MAL), TPK Koja dan Terminal 3 Priok.

JICT saat ini merupakan operator terminal petikemas terbesar di Tanjung Priok dengan kapasitas sebesar 2,8 juta TEUs per tahun. Sementara TPK Koja tahun ini ditargetkan melayani 754 ribu TEUs.

liputan6.com

(Visited 27 times, 1 visits today)
Please follow and like us:
error0

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 19 =