Indonesia Perlu Tingkatkan Kapasitas Peti Kemas Pelabuhan


Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/6/2019). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/far)

Jakarta. Sekjen Asosiasi Pengelola Terminal Peti Kemas Indonesia (APTPI) Yos Nugroho mengungkapkan bahwa acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan pada hari ini, Senin (29/7) akan melahirkan beberapa masukan kepada pihak pemerintah. Hasil rekomendasi tersebut diberikan untuk meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia sehingga berimbas pada peningkatan volume ekspor. 

Adapun hasil FGD yang direkomendasikan yakni bagaimana pemerintah seharusnya menjadikan sektor pelabuhan sebagai prioritas pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan peran terminal peti kemas dalam mendorong perkembangan zona industri.

“Sehingga harapannya akan menunjang kegiatan ekspor dan akan berdampak pada peningkatan perekonomian nasional,” kata Yos ketika ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (29/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan penguatan transportasi laut dan infrastruktur pendukung akan menjadi kunci dalam menciptakan biaya logistik yang kompetitif. Biaya logistik di Indonesia harus mampu bersaing dengan negara tetangga yang pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai target investasi dan menciptakan multiplier effect dalam berbagai sektor ekonomi.


Sekjen Asosiasi Pengelola Terminal Peti Kemas Indonesia (APTPI) Yos Nugroho, di Jakarta, Senin (29/7). (GATRA/M Egi Fadliansyah/far)

“Kalau peti kemas tidak besar kita akan tertinggal. Karena persaingan kita oleh luar negeri. Investor melihat di Thailand dan Vietnam terminal lebih (besar). Kalo dia invest di Indonesia masih bingung keluarnya lewat mana. Saya kira persiapan itu penting,” ujarnya.

Oleh sebab itu, asosiasi mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat infrastruktur sektor pelabuhan dan meningkatkan daya saing bisnis dan optimalisasi potensi ekonomi di pelbagai wilayah di Indonesia.

“Semakin hari kapal semakin besar. Karena cost akan semakin kurang dengan sekali angkut dengan kapal besar. Karenanya, kita juga butuh pelabuhan yang dalam agar kapal besar bisa masuk,” jelasnya lagi.

Gatra.com

(Visited 51 times, 1 visits today)
Please follow and like us:
error0

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × five =