RAPID TEST UNTUK MANAJEMEN TPK-KOJA

Jakarta, 8 Mei 2020 Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona COVID-19, TPK-Koja telah malakukan Rapid Test di lantai-5 gedung TPK-Koja jalan Digul No.1 Tanjung Priok – Jakarta Utara kepada Manajemen TPK-Koja dengan mengundang petugas kesehatan dari Klinik TPK-Koja.

GM TPK-Koja Hudadi Soerja Djanegara menginformasikan bahwa Rapid test kali ini hanya untuk Manajemen, sedangkan minggu depan juga akan dilakukan Rapid test untuk tingkat Supervisor.
Rapid test ini akan dilaksanakan berkelanjutan secara berkala hingga seluruh karyawan TPK-Koja dapat menjalani Rapid test tersebut ujar DGM SDM dan Administrasi, Yana Pratapa menambahkan.

Menurut Dr. Dimas Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus COVID-19. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus COVID-19, Jadi Rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi COVID-19, imbuh Dr Dimas.

Manajemen yang terdiri dari 23 orang ini dalam pelaksanaan Rapid test ini dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat Rapid test dengan menggunakan Disposable Droppers, Selanjutnya cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya. Jika hasilnya positif pada Rapid test menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus yang belum tentu COVID-19. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi COVID-19 dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil Rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus COVID -19 tersebut, maka dari itu jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya.
Tetapi apabila hasil rapid testnya ada yang positif, tidak perlu panik karena Antibodi yang terdeteksi pada Rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19, untuk itu perlu dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi COVID-19 atau bukan. Dan sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama paling tidak 14 hari lanjut Dr Dimas.

Sekper TPK-Koja

(Visited 267 times, 2 visits today)
Please follow and like us:
error20

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 9 =